Jurusan IPS lebih baik dari IPA??
Kebanyakan sekolah di SMA adalah mengangkat minimal dua jurusan, yaitu IPS dan IPA. Dan tidak jarang bahwa keduanya sering menimbulkan konfrontasi. Pasalnya anak didik akan cenderung memilih jurusan IPA yang menurut mereka jurusan IPA adalah menghandle semua aspek kehidupan. Memang kenyataan dalam dunia ketenagakerjaan lulusan IPA akan banyak dicari oleh para pemilik modal dan usaha. Jurusan IPA akan mempelajari ilmu-ilmu yang bersifat pasti dan dapat dibuktikan kebenarannya secara tepat dan cermat. Mata pelajaran khas IPA adalah fisika, kimia, dan biologi. Tentu ketiga mata pelajaran ini adalah pelajaran yang sangat penting dalam kehidupan manusia di muka bumi.
Menjawab dan memberi motivasi terhadap peserta didik IPS. Anak IPS tentu akan dikenal dengan kenakalan dan ketidakseriusan. Pasalnya, mata pelajaran IPS adalah sedikit lebih longgar dari pelajaran IPA. Mata pelajaran khas IPS meliputi geografi, sejarah, sosiologi, ekonomi, dan akuntansi. Mata pelajaran IPS berorientasi pada masalah kehidupan masyarakat.
Mengapa jurusan IPA adalah kebanyakan dicari para pemilik usaha? Para pemilik usaha tentu akan berfikir bahwa anak IPA mempunyai otak yang jauh lebih encer dari anak IPS. Begitukah? Tidak. Anak IPS tidak hanya dituntut untuk mengasah otak saja layaknya anak IPA. Saya garis bawahi di sini bahwa ANAK IPS TIDAK HANYA DITUNTUT UNTUK MENGASAH OTAK TETAPI ANAK IPS AKAN DITANAMKAN BAGAIMANA BERSOSIAL DAN MENGENAL MASYARAKAT. Kita hidup dalam masyarakat tentu kita butuh mereka dan untuk mendapatkan kerjasama antar masyarakat maka dibutuhkan peran penting dari bidang IPS, sosiologi. Anak IPS juga bisa mempelajari bagaimana perubahan keadaan alam (bumi dan ruang angkasa) melalui ilmu geografi. Mengetahui bagaimana masa lampau dari negara Indonesia seperti kata pepatah JAS MERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kita hidup sangat membutuhkan prinsip ekonomi untuk memenuhi kebutuhan. Kita berwirausaha tentu kita harus memantau arus uang dalam usaha kita melalui akuntansi (termasuk pegawai bank). Jadi berbanggalah kalian jika memasuki dunia IPS, yang jauh lebih asyik dari dunia IPA. Kita hidup butuh masyarakat, kita hidup tidak sendiri, itulah dibutuhkan ilmu sosial. Mengingat bahwa faham hedonisme semakin merajalela, ilmu sosial akan sangat berperan besar dalam menanggulangi bahaya hedonisme.
Keadaan yang dialami Indonesia sendiri, Anda bisa lihat bagaimana anak IPA lebih banyak dibutuhkan dalam roda perekonomian. Tentu ini pernyataan yang tidak tepat. Pasalnya anak IPA dengan mudahnya bisa memasuki dunia perbank-an, sedangkan yang mendapat ilmu tentang apa itu bank, fungsi bank, istilah dalam bank, transaksi, kertas kerja, dan perbankan itu adalah ilmu yang hanya didapat dalam ilmu ekonomi akuntansi. Kemudian BPS, statistik, kita anak IPS diajarkan bagaimana mencacah jumlah penduduk, metodenya, penyajian datanya, kita akan mempelajari di ilmu geografi ‘kependudukan’. Tetapi nyatanya anak IPA juga yang mengisi lapangan BPS. Itulah sebab-sebab mengapa di Indonesia sangat jarang seklai ditemukan para pekerja yang profesional, mereka bekerja hanya untuk mendapatkan uang, kualitas di nomer sekiankan. Miris sekali melihat pergelutan IPA IPS, pandangan rendah tentang IPS, sombong dengan title ‘anak IPA’ toh ternyata anak IPS jauh menguasai segala macam aspek kependudukan secara real/nyata. Pemerintah Indonesia sendiri belum bisa menggalakkan ‘pekerjaan tepat jurusan’. Para pekerja bank yang dulunya mengambil jurusan IPA ketika SMA, apa mengerti tentang bank? Terus buat apa selama tiga tahun berbangga hati dengan title IPA.nya? meremehkan IPS? Toh nyatanya dirinya juga mempelajari ekonomi perbankan. Sedangkan anak IPS yang mahir dalam akuntansi terkadang terdesak dengan ke’wah’an anak IPA dalam memasuki dunia perbankan. Miris bukan? Jika saja pemerintah menggalakkan program ;pekerjaan sesuai jurusan’ tentu yang didapat adalah pekerja-pekerja ulet dan telaten, pekerja yang benar-benar berkualitas. Dan jika hanya anak IPA yang memonopoli setip sektor usaha, buat apa ada jurusan IPS? Ngapain harus ada IPS? Mending di delete saja I.P.S.nya
Tentang ‘pekerjaan sesuai jurusan’, anak IPA ditempatkan dalam farmasi, kedokteran, penelitian, laboratorium, dan lain-lain. Anak IPS ditempatkan dalam kewirausahaan, perbankan, kependudukan, geografi, dan lain-lain. Nah dengan adanya program ‘pekerjaan sesuai jurusan’ tentu pekerja bukan orang sembarangan yang hanya mengincar uang, tetapi tenaga kerja yang BERKUALITAS!
Dimanapun jurusan Anda, IPA ataupun IPS adalah sama, tidak ada jurang pemisah diantara IPA dan IPS. IPA dan IPS bukan untuk perbandingan, tetapi IPA dan IPS adalah untuk bekerjasama dalam memecahkan setiap persoalan yang dihadapi manusia di muka bumi.
SEMANGAT BELAJAR UNTUK DIRI SENDIRI, KELUARGA, MASYARAKAT, BANGSA, NEGARA, DUNIA, DAN UNTUK SELURUH ALAM SEMESTA.