Pendidikan untuk Indonesia Emas

Pendidikan untuk Indonesia Emas
Berjuang demi Pendidikan Indonesia

Senin, 02 Januari 2012

KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT BANJIR BESERTA PENANGGULANGANNYA


KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT BANJIR
BESERTA PENANGGULANGANNYA
http://www.mediaindonesia.com/public/gallery/large/2010_02_19_05_34_30_banjir-b.gif


                                                                          



                                                                                   


Disusun oleh :
1.                  Eryan Dwi Susanti
2.                  Kholifatul Sauci
3.                  Lanti Hida Rahmawati
4.                  Thomas Dwi Handoko
5.                  Wahyu Kurniawan

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 MAGELANG
Jl Medang No. 17 Telp. (0293) 311156 Magelang
Tahun 2010/2011
BAB I
PENDAHULUAN

1.1                          LATAR BELAKANG
Sungai sebagai ekosistem alami pada dasarnya merupakan suatu tempat yang terbentuk karena faktor alam. Sungai sebagai jalan air alami sebelum sampai ke samudra. Sungai biasa digunakan sebagai sarana irigasi pertanian, PLTA, transportasi, dan banyak manfaat  lainnya.
Tetapi pada kenyataannya, sungai tidak diberdayakan dengan semestinya, sehingga sungai yang tadinya berfungsi untuk menampung air, tersumbat dengan adanya sampah dan pendangkalan. Hal tersebut mengakibatkan air terbendung dan tidak dapat mengalir. Jika dibiarkan maka air dapat meluap dan menyebabkan banjir.
Melihat dari keadaan  diatas, dalam diskusi kali ini kami akan membahas penyebab banjir, dampak yang ditimbulkan, dan cara penanggulangannya.

1.2                          BATASAN MASALAH
Disebabkan banyaknya fakta mengenai banjir, kami hanya akan membahas tentang permasalahan banjir yang ada di Indonesia meliputi: penyebab banjir, dampak akibat banjir, dan cara menanggulanginya.

1.3                          RUMUSAN MASALAH
Berdasar pada latar belakang, rumusan masalah adalah sebagai berikut:
1.      Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya banjir?
2.      Bagaimana dampak yang ditimbulkan?
3.      Bagaimana cara menanggulangi

BAB II
PEMBAHASAN

2.1               PENGERTIAN BANJIR
Berdasar SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam Suparta 2004, banjir adalah aliran air yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur sungai atau saluran. Kemudian dalam Buku Geografi kelas XI yang ditulis oleh Nurmala Dewi tahun 2007, banjir adalah peristiwa tergenangnya suatu wilayah oleh air, baik air hujan, air sungai, maupun air pasang. Berdasar dua pengertian tersebut, kami menyimpulkan bahwa banjir adalah aliran air sungai atau selokan yang meluap karena sungai atau selokan tersebut tidak mampu menahan aliran air.

2.2             PENYEBAB TERJADINYA BANJIR
Banjir terjadi karena beberapa faktor sebagai berikut:
1.      Penyumbatan aliran sungai ataupun selokan
Penyumbatan ini terjadi karena masyarakat terbiasa membuang sampah di sungai. Mereka beranggapan bahwa apabila sampah dibakar, maka akan menimbulkan polusi udara dan bau tidak sedap. Sehingga mereka mengambil jalan pintas tanpa memikirkan sebab dan akibatnya.
Penyumbatan ini juga terjadi karena sedimentasi atau pengendapan yang terjadi di hilir sungai. Pengendapan ini mengurangi kemampuan sungai untuk menampung air.


2.      Penggundulan hutan
Sikap manusia yang tidak berfikir jauh sebelum bertindak, menyebabkan manusia bertindak secara sewenang-wenang terhadap lingkungan. Tindakan ini dapat berupa penebangan hutan yang tidak menggunakan sistem tebang pilih. Akibat yang ditimbulkan adalah tidak adanya pohon untuk menyerap air sehingga air mengalir tanpa terkendali.

3.      Curah hujan tinggi
Curah hujan yang relatif tinggi, menyebabkan sungai-sungai tidak mampu menampung volume air yang melampaui kapasitas.


4.      Sedikitnya daerah serap
Di zaman modern kali ini, daerah serapan sangat jarang ditemukan. Terutama di daerah perkotaan yang pada dasarnya sangat rentan terhadap banjir, mengingat kondisi kota berada di dataran rendah. Daerah serap justru banyak tertutup dengan aspal ataupun pembetonan sehingga air tidak dapat meresap ke dalam lapisan tanah.
5.      Pendirian rumah di sepanjang sungai
Masyarakat yang mendirikan rumah di pinggir sungai, cenderung mengurangi lebar sungai. Dengan berkurangnya lebar sungai, menyebabkan air tidak mengalir secara optimal.


2.3             DAMPAK YANG DITIMBULKAN ADANYA BANJIR
Sedangkan dampak atau akibat banjir antara lain sebagai berikut:
1.      Rusaknya sarana dan prasarana
Air yang menggenang memasuki partikel pada dinding bangunan, apabila dinding tidak mampu menahan kandungan air maka dinding akan mengalami retak dan akhirnya jebol.


2.      Hilangnya harta benda
Banjir dalam aliran skala besar mampu menyeret apapun yang dilaluinya termasuk harta benda. Seperti kursi, kasur, meja, pakaian, dan lain sebagainya.
3.      Menimbulkan korban jiwa
Hal ini disebabkan karena arus air terlalu deras sehingga banyak penduduk yang hanyut terbawa arus.
4.      Menimbulkan bibit penyakit
Penyakit yang dapat ditimbulkan misalnya gatal-gatal. Air banjir banyak membawa kuman sehingga penyebaran penyakit sangat besar.
5.      Rusaknya areal pertanian
Banjir mampu menenggelamkan areal sawah. Tentu saja hal ini sangat merugikan para petani dan kondisi perekonomian negara menjadi terganggu.

2.4       CARA PENANGGULANGAN BANJIR
Untuk menanggulangi terjadinya banjir, maka dibutuhkan cara penanggulangan sebagai berikut:
1.      Pengoptimalan sungai ataupun selokan
Sungai ataupun selokan sebaiknya dipelihara dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Sungai ataupun selokan tidak untuk tempat pembuangan sampah. Kebersihan air dan deras arusnya harus di pantau setiap saat sekedar untuk mengamati jika sewaktu-waktu terjadi banjir.


2.      Larangan pembuatan rumah penduduk di sepanjang sungai
Tanah di pinggiran sungai tidak seharusnya digunakan sebagai areal pemukiman penduduk. Selain menyebabkan banjir, juga tatanan pola masyarakat menjadi tidak teratur.
3.      Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi
Pohon yang telah ditebang seharusnya ada penggantinya. Menebang pohon yang telah berkayu kemudian tanam kembali tunas pohon yang baru. Ini bertujuan untuk regenerasi hutan agar tidak gundul.
4.      Mempergunakan alat pendeteksi banjir sederhana
Untuk memantau tanda-tanda terjadinya banjir, dibutuhkan suatu alat pendeteksi banjir. Alat pendeteksi ini dibuat secara sederhana agar masyarakat mampu untuk membuatnya.





















BAB III
PENUTUP

3.1                            KESIMPULAN
Berdasar pada pembahasan bab II, kami menyimpulkan hasil diskusi sebagai berikut:
1.      Banjir merupakan bencana alam yang sebagian besar dipengaruhi oleh aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan.
2.      Banjir memiliki dampak negatif yang cukup banyak, salah satu diantaranya adalah rusaknya sarana dan prasana masyarakat.
3.      Banjir dapat diatasi dengan berbagai hal, misalnya dengan dibuatnya alat pendeteksi banjir sederhana.

3.2                          SARAN
Setelah ditarik kesimpulan, maka saran kami adalah:
1.      Manusia hendaknya berfikir dahulu sebelum bertindak agar tindakan tersebut tidak mengganggu keseimbangan lingkungan.
2.      Sebelum banjir melanda negeri, kita sebaiknya melakukan langkah-langkah pencegahannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar