TUGAS SOSIOLOGI
MASYARAKAT KOTA DAN FAKTOR PENARIK
DAN PENDORONG URBANISASI
Kelompok V:
1. Alma Riska Andiyani
2. Eryan Dwi Susanti
3. Rahadian Ganesha
4. Vivi Agustini Sampelan
SMA NEGERI 3 MAGELANG
Jalan Medang no.17 Magelang telp.(0293) 363116
2012
Masyarakat kota merupakan kelompok sosial yang mendiami wilayah yang luas, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian industri, jasa, dan perdagangan. Keanggotaan masyarakat kota tidak saling mengenal, lebih terikat kontrak, dan mulai meninggalkan tradisi.
Sifat-sifat Masyarakat Kota
Masyarakat kota adalah masyarakat yang anggota-anggotanya terdiri dari manusia yang bermacam-macam lapisan/ tingkatan hidup, pendidikan, kebudayaan dan lain-lain. Mayoritas penduduknya hidup berjenis-jenis usaha yang bersifat non-agraris.
Masyarakat kota adalah masyarakat yang anggota-anggotanya terdiri dari manusia yang bermacam-macam lapisan/ tingkatan hidup, pendidikan, kebudayaan dan lain-lain. Mayoritas penduduknya hidup berjenis-jenis usaha yang bersifat non-agraris.
Masyarakat perkotaan memiliki sifat-sifat yang tampak menonjol yaitu:
A. Sikap kehidupan
Sikap kehidupan masyarakat kota cenderung pada individualisme/egoisme yaitu masing-masing anggota masyarakat berusaha sendiri-sendiri tanpa terikat oleh anggota masyarakat lainnya, hal mana menggambarkan corak hubungan yang terbatas, dimana setiap individu mempunyai otonomi jiwa atau kemerdekaan untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
Sikap kehidupan masyarakat kota cenderung pada individualisme/egoisme yaitu masing-masing anggota masyarakat berusaha sendiri-sendiri tanpa terikat oleh anggota masyarakat lainnya, hal mana menggambarkan corak hubungan yang terbatas, dimana setiap individu mempunyai otonomi jiwa atau kemerdekaan untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
B. Tingkah laku
Tingkah lakunya bergerak maju mempunyai sifat kreatif dan dinamis. Sifat ini merupakan dampak dari tingginya sarana dan prasana pendidikan yang menyuguhkan ilmu dalam segala bidang. Dari segi budaya masyarakat kota umumnya mempunyai tingkatan budaya yang lebih tinggi, karena kreativitas dan dinamikanya kehidupan kota lebih cepat menerima yang baru atau membuang sesuatu yang lama, lebih cepat mengadakan reaksi, lebih cepat menerima mode-mode dan kebiasaan-kebiasaan baru.
Tingkah lakunya bergerak maju mempunyai sifat kreatif dan dinamis. Sifat ini merupakan dampak dari tingginya sarana dan prasana pendidikan yang menyuguhkan ilmu dalam segala bidang. Dari segi budaya masyarakat kota umumnya mempunyai tingkatan budaya yang lebih tinggi, karena kreativitas dan dinamikanya kehidupan kota lebih cepat menerima yang baru atau membuang sesuatu yang lama, lebih cepat mengadakan reaksi, lebih cepat menerima mode-mode dan kebiasaan-kebiasaan baru.
C. Perwatakan
Perwatakannya cenderung pada sifat materialistis. Akibat dari sikap hidup yang egoisme dan pandangan hidup yang dinamis menyebabkan masyarakat kota lemah dalam segi religi, yang mana menimbulkan efek-efek negatife yang berbentuk tindakan amoral, indisipliner, kurang memperhatikan tanggungjawab sosial.
Perwatakannya cenderung pada sifat materialistis. Akibat dari sikap hidup yang egoisme dan pandangan hidup yang dinamis menyebabkan masyarakat kota lemah dalam segi religi, yang mana menimbulkan efek-efek negatife yang berbentuk tindakan amoral, indisipliner, kurang memperhatikan tanggungjawab sosial.
Berdasarkan paparan diatas maka masyarakat kota memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Terdapat spesialisasi dari variasi pekerjaan.
2. Penduduknya padat dan bersifat heterogen.
3. Kurangnya kontrol sosial dari masyarakat karena sifat gotong royong mulai menurun.
Struktur Penduduk Kota
1. Segi Demografi
Kota-kota sebagai pusat perdagangan, pusat pemerintahan dan pusat jasa lainnya menjadi daya tarik bagi penduduk di luar kota. Dalam hal ini jenis kelamin tidak begitu diperhatikan, karena pada dasarnya di daerah kota telah ada persamaan gender dimana segala bentuk pekerjaan tidak terpaut pada jenis kelamin tetapi lebih ditekankan pada ketrampilan yang dimiliki.
Struktur penduduk kota dari segi umur menunjukkan bahwa mereka lebih banyak tergolong dalam umur produktif. Kemungkinan besar adalah bahwa mereka yang berumur lebih dari 65 tahun atau mereka yang sudah pensiun lebih menyukai kehidupan dan suasana yang lebih tenang. Suasana ini terdapat di daerah-daerah pedesaan atau sub urban.
Kota-kota sebagai pusat perdagangan, pusat pemerintahan dan pusat jasa lainnya menjadi daya tarik bagi penduduk di luar kota. Dalam hal ini jenis kelamin tidak begitu diperhatikan, karena pada dasarnya di daerah kota telah ada persamaan gender dimana segala bentuk pekerjaan tidak terpaut pada jenis kelamin tetapi lebih ditekankan pada ketrampilan yang dimiliki.
Struktur penduduk kota dari segi umur menunjukkan bahwa mereka lebih banyak tergolong dalam umur produktif. Kemungkinan besar adalah bahwa mereka yang berumur lebih dari 65 tahun atau mereka yang sudah pensiun lebih menyukai kehidupan dan suasana yang lebih tenang. Suasana ini terdapat di daerah-daerah pedesaan atau sub urban.
2. Segi Ekonomi
Struktur kota dari segi ini dapat dilihat dari jenis-jenis mata pencaharian penduduk atau warga kota. Sudah jelas bahwa jenis mata pencaharian penduduk kota adalah di bidang non agraris seperti pekerjaan-pekerjaan di bidang perdagangan, kepegawaian, pengangkutan dan di bidang jasa serta lain-lainnya. Dengan demikian struktur dari segi jenis-jenis mata pencaharian akan mengikuti fungsi dari suatu kota. Dan setiap jenis mata pencaharian akan menentukan di status ekonomi manakah ia berada. Misalnya DPR tentu akan menduduki status ekonomi lebih tinggi daripada sopir angkutan.
Struktur kota dari segi ini dapat dilihat dari jenis-jenis mata pencaharian penduduk atau warga kota. Sudah jelas bahwa jenis mata pencaharian penduduk kota adalah di bidang non agraris seperti pekerjaan-pekerjaan di bidang perdagangan, kepegawaian, pengangkutan dan di bidang jasa serta lain-lainnya. Dengan demikian struktur dari segi jenis-jenis mata pencaharian akan mengikuti fungsi dari suatu kota. Dan setiap jenis mata pencaharian akan menentukan di status ekonomi manakah ia berada. Misalnya DPR tentu akan menduduki status ekonomi lebih tinggi daripada sopir angkutan.
3. Segi Segregasi
Segregasi dapat dianalogkan dengan pemisahan yang dapat menimbulkan berbagai kelompok (clusters), sehingga kita sering mendengar adanya: kompleks perumahan pegawai bank, kompleks perumahan tentara, kompleks pertokoan, kompleks pecinan dan seterusnya. Segregasi ini ditimbulkan karena perbedaan suku, perbedaan pekerjaan, perbedaan strata sosial, perbedaan tingkat pendidikan dan masih beberapa sebab-sebab lainnya.
Segregasi menurut mata pencaharian dapat dilihat pada adanya kompleks perumahan pegawai, buruh, industriawan, pedagang dan seterusnya, sedangkan menurut perbedaan strata sosial dapat dilihat adanya kompleks golongan berada. Segregasi ini tidak akan menimbulkan masalah apabila ada saling pengertian, toleransi antara pihak-pihak yang bersangkutan.
Segregasi dapat dianalogkan dengan pemisahan yang dapat menimbulkan berbagai kelompok (clusters), sehingga kita sering mendengar adanya: kompleks perumahan pegawai bank, kompleks perumahan tentara, kompleks pertokoan, kompleks pecinan dan seterusnya. Segregasi ini ditimbulkan karena perbedaan suku, perbedaan pekerjaan, perbedaan strata sosial, perbedaan tingkat pendidikan dan masih beberapa sebab-sebab lainnya.
Segregasi menurut mata pencaharian dapat dilihat pada adanya kompleks perumahan pegawai, buruh, industriawan, pedagang dan seterusnya, sedangkan menurut perbedaan strata sosial dapat dilihat adanya kompleks golongan berada. Segregasi ini tidak akan menimbulkan masalah apabila ada saling pengertian, toleransi antara pihak-pihak yang bersangkutan.
Daerah kota sebagai daerah pusat komersial, pusat pemerintahan, dan bahkan menjadi pusat konsentrasi kegiatan yang menjadi indikator modernisasi menyebabkan daerah kota menjadi daya tarik bagi warga desa untuk melakukan urbanisasi.
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1. Kehidupan kota yang modern dan mewah, ini akan menjadi daya tarik bagi warga desa untuk memajukan kehidupannya.
2. Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap, merupakan dampak positif dari keterbukaan warga kota untuk menerima budaya baru dan globalisasi
3. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas menjadikan pelajar dari desa yang haus akan pendidikan berpindah ke kota untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi
4. Kota merupakan pusat kegiatan perekonomian, pemerintahan, administratif, dan industri
5. Kota menghimpun modal usaha yang lebih besar dan terkonsentrasi, baik dalam bidang transportasi, perkantoran, perdagangan, maupun bidang jasa.
6. Kota memberi peluang yang tidak terbatas untuk mengembangkan jiwa dan potensi manusia
7. Akibat industrialisasi membuka peluang lapangan kerja yang lebih banyak
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1. Lahan pertanian yang semakin sempit sehingga minim lapangan kerja
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya, karena generasi muda membebaskan diri dari tradisi
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa karena sulit dijangkau oleh teknologi dan modernisasi
5. Diusir dari desa asal dan mencari daerah perkotaan sebagai tempat persinggahan
6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
7. Kesempatan menambah ilmu di desa sangat terbatas
Dampak positif urbanisasi bagi daerah kota:
1. Berlimpahnya jumlah tenaga kerja
2. Pembangunan berjalan cepat karena tersedianya tenaga kerja
3. Terjadinya persaingan tenaga kerja sehingga menuntut tenaga kerja untuk meningkatkan keterampilan sehingga didapat tenaga kerja yang benar-benar berkualitas
Lengkapnya sarana dan prasarana di daerah kota
Bidang komersial cukup dominan di daerah perkotaan
Gedung pencakar langit menghiasi daerah kota
Akibat globalisasi dikenal berbagai model fashion
Dampak negatif dari urbanisasi bagi daerah kota:
1. Penduduk semakin padat
2. Meningkatnya limbah dan jumlah sampah
3. Banyaknya permukiman kumuh
4. Meningkatnya kriminalitas
5. Pengangguran bertambah
6. Banyak warga yang tidak terurus seperti: anak jalanan
7. Meningkatnya konflik sosial
Anak jalanan di daerah kota
Permukiman kumuh sebagai dampak urbanisasi
Kemacetan sebagai pemandangan sehari-hari di daerah perkotaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar