Pendidikan untuk Indonesia Emas

Pendidikan untuk Indonesia Emas
Berjuang demi Pendidikan Indonesia

Selasa, 01 April 2014

Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 dengan Pengembangan Entrepreneur skill Pemuda Indonesia



Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 dengan    Pengembangan Entrepreneur skill Pemuda Indonesia
Oleh: Eryan Dwi Susanti (FE UNY)
           
Departemen Perdagangan Republik Indonesia dalam buku yang berjudul “Menuju ASEAN Economic Community 2015” mendeskripsikan AEC sebagai bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam rangka menjaga stabilitas politik dan keamanan regional ASEAN, meningkatkan daya saing kawasan secara keseluruhan di pasar dunia, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan standar hidup pendudukan negara anggota ASEAN.
Namun, bagaimana kondisi Indonesia saat ini? Bulan Februari tahun 2013 jumlah penduduk Indonesia yang memasuki usia kerja sebesar  175.098.712. Dari jumlah tersebut sebanyak 7.170.523 adalah pengangguran terbuka (bukan termasuk ibu rumah tangga dan pelajar) (sumber: bps.go.id). Pengangguran terbuka ini hanya pengangguran yang tercatat dalam statistika BPS. Masih ada ribuan bahkan jutaan pengangguran di Indonesia yang belum memasuki data BPS. Pendapatan nasional per kapita selama periode 2001-2012 terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Besar pendapatan nasional per kapita pada tahun 2012 mencapai Rp9.490.533,09 (sumber: bps.go.id). Jumlah ini bukanlah penentu kesejahteraan masyarakat. Pasalnya ketimpangan yang terjadi di Indonesia sangat tinggi. Ditambah dengan inflasi yang terus meningkat juga harga barang-barang yang selalu mengalami peningkatan. Dengan kondisi seperti ini, apakah Indonesia siap untuk menyambut kedatangan AEC 2015? Sedangkan pemuda Indonesia masih banyak yang menganggur dan tidak tergerak untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Mengatasi hal tersebut di atas, maka peran pemuda dalam menghadapi AEC 2015 sangat dibutuhkan mengingat bahwa pemuda sebagai tonggak perubahan. Salah satu upaya untuk memberdayakan pemuda Indonesia adalah dengan penanaman dan pengembangan jiwa kewirausahaan (entrepreneur skill). Diharapkan dengan penanaman entrepreneur skill sejak dini, pemuda Indonesia mampu mendongkrak perekonomian Indonesia di masa depan terutama dalam memasuki AEC 2015. Menengok bahwa sektor swasta skala besar didominasi oleh kekuasaan asing, maka tantangan yang dihadapi Indonesia adalah memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi. Untuk merangsang pemuda untuk berkonstribusi dalam pemberdayaan UMKM dan koperasi salah satunya adalah diberikan kebebasan dalam berkreasi dan berinovasi, pemberian kredit selektif dimana kredit ini diberikan hanya kepada peminjam yang ingin berwirausaha, pemberian penghargaan kepada wirausaha muda, dan pemberian pelatihan kewirausahaan sejak dini.
Lembaga pendidikan dan lembaga kemasyarakatan mempunyai peran dalam pengembangan entrepreneur skill pemuda Indonesia karena lembaga ini secara langsung dapat berinteraksi dengan para pemuda. Dengan inovasi pemuda Indonesia yang tak terbatas maka produk dalam negeri mampu bersaing dengan produk asing sehingga hal ini mendatangkan keuntungan bagi Indonesia dalam mendorong pembangunan ekonomi Indonesia.
Kita patut berbangga hati bahwa Indonesia adalah negara dengan SDM terbanyak se-ASEAN. Idealnya, dengan SDM banyak maka produktivitas tinggi dan mampu mempercepat pembangunan ekonomi. Namun SDM di Indonesia kualitasnya tidak sebaik dibanding negara ASEAN lainnya seperti Singapura. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan entrepreneur skill bagi pemuda Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk barang dan jasa guna menuju AEC 2015.
Wirausaha muda Indonesia, siap menuju AEC 2015!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar